Konservasi Air Bersih Untuk Kontinuitas Kehidupan Manusia

Air menjadi salah satu penunjang kehidupan manusia yang sangat urgen dibandingkan komponen penunjang kehidupan lain yang ada di Bumi. Jika dianalisis secara langsung, tanpa air maka tidak akan ada kehidupan. Namun, adanya fakta ini tidak berdampak langsung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan gerakan konservasi air secara nyata. Wilayah pencemaran air semakin meluas, baik karena perilaku buruk masyarakat maupun pelaku industri dan usaha yang membuang limbah secara sembarangan.

Warga mengangkut galon berisi air bersih untuk dijual di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Senin (20/2). (Republika/Aditya Pradana Putra)

Warga mengangkut galon berisi air bersih untuk dijual di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Senin (20/2). (Republika/Aditya Pradana Putra)

Contohnya saja prediksi krisis air yang akan terjadi pada kota Jakarta. “Diperkirakan pada 2025 Jakarta akan mengalami defisit 23.720 liter air per detik,” kata Ketua Umum Indonesia Water Institute, Firdaus Ali di Jakarta, seperti dilansir Republika Online, Sabtu (24/03/2012).  [1]

Tema mengenai “Kelestarian Sumber Air Minum”, menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Dalam artikel berjudul “Konservasi Air Untuk Kontinuitas Kehidupan Manusia” ini, saya akan membahas mengenai pentingnya air bersih sebagai penunjang kehidupan, pencemaran dan pelestarian air, serta bahasan lain yang terkait.

Air Bersih Sebagai Penunjang Kehidupan

Air merupakan salah satu dari 4 unsur esensial yang menandakan sebuah planet layak huni. Tiga unsur lainnya antara lain  karbondioksida, metana dan oksigen. [2] Makhluk hidup di bumi, terutama manusia, bergantung pada unsur air baik langsung maupun tidak langsung.

Urgensi Air Bagi Tubuh Manusia

Persentase komponen air dari tubuh manusia dapat bervariasi antara 50-70%. Persentase ini tersebar dan bergantung pada kadar  jaringan otot, darah, otak , tulang, dan pada komponen tubuh lainnya yang terkandung unsur air di dalamnya. [3] Untuk itu, pada batas normal diperlukan konsumsi 5 ½ sampai 8 gelas air setiap harinya  untuk mengganti cairan tubuh yang hilang pada saat proses metabolisme tubuh.

Urgensi Air Bagi Makhluk Hidup Lain dan Lingkungan

Urgensi air bagi tumbuhan  penyusun tubuh tanaman (70%-90%), menjaga suhu tanaman supaya konstan dan bahan baku untuk fotosintesis [4]. Fotosintesis adalah proses pemasakan makanan bersama unsur lainnya dengan bantuan cahaya materi yang hasil akhirnya digunakan sumber “logistik” bagi tumbuhan. Lalu, apa yang terjadi jika tidak ada air? Tumbuhan tidak akan mendapatkan suplai makanan, kemudian layu dan mati secara perlahan.

Jika tidak ada tumbuhan hijau, apa yang akan terjadi pada hewan herbivora?

Sumber makanan utama dari hewan dan manusia jika ditelusuri berasal dari tumbuhan hijau. Jika tidak ada tumbuhan hijau, dampak langsung akan menimpa hewan herbivora yang akan kehilangan sumber makanan. Jika tidak ada hewan herbivora, sumber daging bagi manusia akan makin berkurang dan berkurang, hingga akhirnya habis.

Dampak lain yang terjadi jika tidak ada tumbuhan hijau akan terjadi pada lingkungan. Tumbuhan hijau sebagai komponen penopang kesimbangan ekosistem hutan dan ekosistem lainya berperan sebagai komponen pengolah air dan pengolah udara (karbondioksida). Tumbuhan (pohon) dapat mengurangi tingkat erosi, ancaman tanah longsor dan banjir.

Secara singkat unsur air berperan penting bagi bagi manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan dan begitu pula sebaliknya. Ketergantungan ini persis sebuah siklus lingkaran kehidupan, jika salah satu komponen hilang maka akan berdampak pada yang yang lain.

.

Pencemaran dan Krisis Air Bersih

Ilustrasi pencemaran dan krisi air (dokumentasi pribadi)

Ilustrasi pencemaran dan krisi air (dokumentasi pribadi)

Air di Indonesia memang melimpah, namun intensitas jumlah air ini tidak terkendali. Di beberapa wilayah, air melimpah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang pada akhirnya berdampak tidak adanya air bersih yang layak dikonsumsi. Di wilayah lain, nyaris tidak ada air yang tersedia untuk dikonsumsi

Pencemaran Air Bersih

Pencemaran air bersih dapat disebabkan oleh beberapa faktor, secara umum dibagi menjadi faktor limbah rumah tangga masyarakat, limbah teknologi dan industri, dan bencana alam (banjir, tanah longsor, dsbg).

1. Pencemaran Akibat Limbah Masyarakat

Kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga yaitu limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia masih cukup rendah. Masih dapat ditemukan masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai, bahkan mencuci dan buang air besar di sisi pinggir sungai.

2. Pencemaran Akibat Limbah Teknologi dan Industri

Perkembangan teknologi dan industri merupakan hal yang baik, namun perkembangan ini harus mempertimbangkan aspek lingkungan. Limbah industri adalah salah satu penyebab  pencemaran air. Pembuangan limbah industri dan hasil teknologi secara asal-asalan akan memberikan dampak pencemaran lingkungan.

Pencemaran air dapat terindikasi jika ada perubahan suhu, tingkat PH, adanya warna, bau dan rasa, timbulnya endapan, koloidal, bahan pelarut, adanya mikroorganisme, meningkatnya radioaktivitas pada air. [5]

Pencemaran air yang cukup memprihatinkan yaitu pencemaran merkuri di Mimika. Dikutip dari Republika Online, (11/08/2011), adanya temuan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta yang menyimpulkan bahwa sumur-sumur warga di Timika dan sekitarnya terindikasi kuat telah tercemar merkuri. LPPM UKI Jakarta mempubliksikan hasil penelitiannya bekerjasama dengan Kadin Mimika setelah menguji sampel air pada 37 sumur warga di Timika pada bulan Oktober 2010. [6]

Efek negatif merkuri pada manusia dapat terjadi langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, tentu saja jika manusia melakukan kontak langsung dengan apapun media yang terkontaminasi merkuri. Secara tidak langsung, merkuri ternyata tidak hanya dapat menyebar melalui air, namun juga melalui  udara dan makanan. Jika manusia mengkonsumsi ikan yang hidup sungai mengandung merkuri, maka akan ikut terinfeksi.  Manusia yang telah kontaminasi merkuri berpotensi mengalami keracunan, gangguan sistem syaraf, gagal ginjal, dan tentu saja dampak akhirnya berupa kematian. Sedangkan jika wanita yang hamil ikut terkontaminasi merkuri, maka kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang cacat.

3. Pencemaran Akibat Bencana Alam (Banjir, Tanah Longsor, dsbg)

Kejadian bencana alam banjir dan tanah longsor banyak tercatat terjadi di Indonesia. Seperti yang dibahas sebelumnya, bencana alam ini terjadi karena hilangnya salah satu penyeimbang komponen siklus kehidupan, yaitu tumbuhan (pohon). Pembalakkan liar (illegal logging) ini menyebabkan pengelolaan air dalam tanah menjadi tidak terkendali karena menurunnya kemampuan absorbsi air oleh tanah. Air hujan yang seharusnya diserap oleh tanah sebagai simpanan air tanah hanya menjadi luapan air hujan yang menyebabkan bencana dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Hutan (pohon) adalah pengendali daur air yang disuatu sisi sebagai penyedia air (konsep panen air/water harvesting) dan disisi lain sebagai penjamin penghasilan air (water yield). Hutan (pohon) memiliki fungsi hidro-orologis sebagai pencegah kekeringan di musim kemarau dan pencegah banjir serta erosi pada musim hujan. Jika hutan (pohon) terus menerus dirusak, maka akan terjadi adalah kebalikan fungsi hidro-orologis yang sebenarnya.

Krisis Air Bersih

Faktor utama terjadinya krisis air ini adalah menurunnya fungsi hidro-orologis hutan (pohon) dalam melakukan penyimpanan cadangan air, sehingga ketika terjadi musim kemarau, tidak ada cadangan air bersih yang tersimpan dalam tanah. Krisis air (bersih) juga dapat disebabkan karena pencemaran air dari limbah rumah tangga, limbah industri teknologi dan bencana alam.

.

Kampanye Aksi Gerakan Konservasi Air Bersih

Desain Kaos dan Pin Konservasi Air (dokumentasi pribadi)

Desain Kaos dan Pin Konservasi Air (dokumentasi pribadi)

Sebagai “individu anak bumi” banyak pilihan yang dapat dilakukan untuk mulai peduli dalam konservasi air bersih, salah satunya melalui kampanye. Kampanye memang bukan bentuk aksi langsung dalam aksi konservasi air bersih, melainkan berupa ajakan kepada  individu lain untuk ikut melakukan aksi. Kampanye ini diharapkan akan menggerakkan setiap individu untuk mulai melakukan konservasi air bersih. Kampanye bisa cara langsung kepada masyarakat ataupun melalui media online (internet).

Kampanye aksi pelestarian air bersih dapat dilakukan melalui seminar, ajang lomba atau kompetisi, atau publikasi artikel di media cetak tentang konservasi air bersih.

1. Seminar Konservasi Air Bersih.

Hal yang pertama dilakukan adalah membentuk panitia seminar. Agar lebih mudah dalam pengerjaan dapat meminta bantuan dari pihak lain yang ikut peduli dengan masalah konservasi air bersih, baik ke individual, perusahaan maupun pemerintah. Melalui seminar ini, bahasan pokok yang diambil dapat mengenai “bagaimana pelestarian sumber mata air bersih dengan disertai aksi-aksi ringan untuk memulainya”.

2. Ajang Kompetisi/Lomba.

Jenis kompetisi atau lomba yang cocok berupa artikel, karya tulis, debat, lomba grafis, lomba blog tentang konservasi air bersih. Salah satu contoh bentuk kampanye melalui lomba yaitu lomba blog yang diadakan Water Purifier Pure It tentang “Kelestarian Sumber Air Minum”.

3. Media Benda, Media Cetak dan Internet

Bentuk kampanye dapat dikemas dalam bentuk benda, seperti produk stiker, kaos, mug atau pin. Produk-produk didesain dengan “menyelipkan” kampanye konservasi air bersih.Selain melalui media benda, kita juga dapat memanfaatkan media cetak sebagai media kampanye. Dengan menulis dan mengirimkan ide-ide dan aksi konservasi air bersih ke media cetak adalah salah satu aksi sederhana namun cukup efektif. Atau dapat menggunakan media blog pribadi dan mulai menulis artikel seputar konservasi air bersih.

Jadi siaap untuk kampanye?

Bentuk-Bentuk Usaha Konservasi Air

Selain melalui kampanye, kita juga dapat turut andil dalam konservasi air bersih secara langsung sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Hal yang paling dasar yang dapat dilakukan dapat dengan menerapkan lifestyle yang ikut mendukung dalam konservasi air bersih. Cara lainnya, dengan mengikuti program kerja instansi, organisasi atau pemerintah atau mengikuti dan berperan serta dalam riset/penelitian mengenai konservasi air.

Gaya Hidup Peduli Konservasi Air Bersih

Semua aksi konservasi air bersih dapat dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan menerapkan gaya hidup yang peduli dengan upaya konservasi air bersih.

1. Gaya Hidup Hemat Air

Hal yang pertama yang dapat dilakukan adalah menghemat penggunaan air bersih. Perlu diketahui, proses recycle air cukup lama. Air tanah yang dapat dikonsumsi telah melalui  banyak proses yang dikenal dengan proses hidrologi. Proses ini melalui beberapa tahap yaitu kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

Cukup rumit dan lama kan proses hidrologi air ini? Jadi bijak-bijaklah dalam menggunakan air bersih.

2. Menjaga kebersihan lingkungan

Kebersihan lingkungan akan mendukung dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas air bersih yang ada. Jangan sekalu-sekali membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan. Ini akan memicu terjadinya banjir yang berakibat sumber air bersih semakin kritis. Selain itu, banjir ini juga akan menyebabkan proses hidrologi terhambat.

 3. Melakukan penghijauan di sekitar rumah

Aktifitas penghijauan di pekarangan rumah (dokumentasi pribadi)

Aktifitas penghijauan di pekarangan rumah (dokumentasi pribadi)

Penghijauan lingkungan dapat dengan menanam pohon atau tumbuhan hijau disekitar pekarangan rumah. Tumbuhan hijau akan meningkatkan kemampuan absorbsi tanah terhadap air. Tingkat arsorbsi air oleh tanah ini akan meningkatkan proses hidrologi/daur ulang air.

Selada, salah satu pilihan tanaman untuk pekarangan (dokumentasi pribadi)

Selada, salah satu pilihan tanaman untuk pekarangan (dokumentasi pribadi)

Mendukung Program-Program Konservasi Air Bersih

Program konservasi air bersih telah banyak dicanangkan dan dijalankan oleh pemerintah, organisasi dan instansi yang peduli dengan pentingnya konservasi air. Seperti beberapa program kerja pemerintah (Kementrian Lingkungan Hidup) sudah banyak diterapkan di beberapa daerah. Namun, menurut hemat saya perlu beberapa peningkatan lagi mengingat “energi jahat” untuk pengrusakan lebih besar ketimbang “energi baik” untuk melestarikan.

Sebagai pengatur dan pengawas kelestarian air dan lingkungan, pemerintah perlu menerbitkan peraturan hukum yang efisien, tepat sasaran serta penerapan penjatuhan sanksi yang sesuai tentang kerusakan lingkungan. Penegakan hukum tentang lingkungan hidup ini justru jangan semakin lemah, tetapi perlu ditingkatkan lagi. Sekalipun pelanggaran terjadi pada usaha/industri milik pemerintah tetap harus ditindak secara tegas.

Sekarang yang menjadi masalah yang cukup urgen adalah masalah limbah pabrik dan pembabatan serta pembakaran hutan secara liar. Pembuangan limbah pabrik secara illegal tentunya dapat akan semakin merusak lingkungan termasuk air (karena air sering dijadikan objek/sarana pembuangan limbah). Selain itu, pembatatan/pembakaran hutan secara liar menambah sederet masalah berantai dari pengrusakan air dan lingkungan. Sebab, hutan seyogyanya adalah sarana dan tempat penyerapan air dan proses daur ulang air.

Upaya perbaikan pada hutan-hutan yang telah rusak dapat dilakukan melaui program penghijauan dan bank pohon. Sedangkan ada pula proses filtrasi untuk air, seperti baru-baru ini ditemukan bahwa eceng gondong mampu polutan dalam air sehingga dapat mengurangi pencemaran pada air. Proses-proses ini memang memerlukan waktu yang sangat lama, karena kita tahu bahwa merusak lebih mudah dan cepat dibandingkan untuk memperbaiki.

Melirik ke dalam bidang pendidikan, nampaknya bidang ini bisa menjadi salah satu objek penting dalam mendukung pelestarian bumi dan air. Wacana tentang pendidikan tentang lingkungan hidup (termasuk kelestarian bumi dan air) sudah dilakukan sejak tahun 1975. Perkembangan demi perkembangan telah banyak merivisi pendidikan ini menuju sebuah konsep yang matang yang ditandai denganMemorandum Bersama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 0142/U/1996 dan No Kep: 89/MENLH/5/1996 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup, tanggal 21 Mei 1996.

Semua kinerja pemerintah mengenai konservasi air dan bumi (lingkungan hidup) perlu kita dukung secara penuh. Bisa melalui turut andil langsung dalam perwujudannya maupun memberikan moril atau saran positif yang membangun pada pemerintah.

Pengembangan Riset-Riset Teknologi Konservasi Air

Jurnal-jurnal mengenai teknologi konservasi air bersih sudah banyak beredar di internet. Saya sungguh salut pada aksi nyata para scientist ini untuk mendukung konservasi air. Sebab, untuk membuat hasil riset teknologi tersebut bukan hal yang gampang. Harus mengggunakan ide (pemikiran) yang didukung oleh referensi ilmiah yang seimbang dan mendukung.

Saya telah membaca beberapa jurnal hasil riset tentang konservasi air yang saya dapatkan melalui pencarian menggunakan serach engine. Ide-ide mereka sungguh sangat mengagumkan. Dari beberapa jurnal hasil riset yang telah saya baca, ada beberapa yang menarik (menurut saya). Jika Anda ingin mengunduh beberapa referensi tersebut dapat melalui tautan ini.

1. Sistem Pemantauan Online (Onlimo) Kualitas Air dengan Menggunakan Sistem Komunikasi GSM.

Sistem kerja ONLIMO ini sungguh-sungguh sangat menarik untuk dibaca. Sistem pemantauan ini memang lebih kepada usaha untuk pencegahan pencemaran air yang melewati ambang batas normal. Sistem kerja sederhananya, pada air yang ingin diobservasi diletakkansensor digital kemudian hasil yang didapat dikirimkan ke pusat informasi menggunakanSistem Komunikasi GSM. Dengan menggunakan ONLIMO ini, kita dapat mengetahui informasi mengenai pH, suhu, DO, konduktifitas, TDS, sanitas dari air secara langsung dan berkelanjtan tanpa harus datang ke lokasi observasi.

2. Bio Pore, Inovasi Sederhana dengan Manfaat Besar.

Mendengar kata Bio Pore sepertinya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, khususnya para pengamat pelestarian air dan lingkungan. Bio Pore adalah metode penangkapan air hujan yang dibantu oleh organisme dalam tanah untuk membuat pori-pori di dalam tanah. Jadi, tanah diberi lubang yang kira-kira diameternya10 – 30 cm dan kedalamannya70 – 100 cm. Dalam lubang tanah tersebut, masukkan sampah-sampah organik yang nantinya sampah tersebut akan terurai oleh organisme (organisme inilah yang akan membentu pori-pori tanah).

Teknologi Bio Pore, Sumber : http://alamendah.wordpress.com

Inovasi ini bersifat sederhana namun memiliki manfaat yang tak sesederhana dari sifatnya. Manfaatnya, yang utama tentu dapat meningkatkan daya penyerapan air oleh tanah sehingga cadangan air dengan kualitas baik dalam tanah semakin banyak. Selain itu, tanah yang telah diterapkan inovasi Bio Pore ini akan menjadi lebih subur.

3. Teknologi Pemurnian Air, Pure It

Pure It merupakan pengembangan teknologi baru yang bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Empat tahap tersebut melalui empat komponen pure it yaitu saringan serat mikro, filter karbon aktif, prosesor pembunuh kuman dan penjernih. Teknologi dapat menjadi alternatif ramah lingkungan sebagai alat filterisasi untuk mendapatkan air bersih yang aman dikonsumsi. [7]

Tahap pemurnian air pure it, sumber : http://www.pureitwater.com/ID/technology

Terima kasih, salam konservasi air!

Pesan Konservasi Air

Referensi :

[1] “Gawat… Jakarta Terancam Defisit Air Bersih” tersedia di http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/03/24/m1dct6-gawat-jakarta-terancam-defisit-air-bersih
[2]  “Unsur Kehidupan dan Badai di Planet Asing” tersedia di http://blog.unsri.ac.id/download_docx/download6_docx/docx-38497.docx
[3] “Cairan Tubuh, Elektrolit dan Mineral” tersedia di  http://www.pssplab.com/journal/01.pdf
[4]  “Hubungan Air dan Tanaman” tersedia di http://www.faperta.ugm.ac.id/buper/download/kuliah/fistan/5_hubungan_air_tanaman.ppt
[5] “Identifikasi Sumber Pencemar dan Analisis Kualitas Air” tersedia di http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-415-1876903488-tesis.pdf
[6] “Tingkat Pencemaran Merkuri di Mimika Sudah Parah” tersedia di http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/11/08/11/lpqquw-tingkat-pencemaran-merkuri-di-mimika-sudah-parah
[7] “Teknologi Pure It” tersedia di http://www.pureitwater.com/ID/technology

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s