Goodbye my friend!

I still don’t believe, that’s so difficult to believe.

Siapa yang tahu tentang apa yang akan terjadi hari ini, atau besok. Siapa yang tahu giliran untuk berhenti bernafas dengan oksigen di bumi.

Saya akui untuk nilai sosial, saya jauh pada peringkat terbawah. Saya terbiasa individualis, dan kebanyakan berpandangan dari sudut pandang dari diri individu saya sendiri. Inilah sebabnya, meskipun masih dalam satu atap pendidikan, jujur saya baru mengenal beliau semester enam ini.

Memang untuk apa bersedih atau berkabung. Beliau juga bukan saudara atau sahabat saya yang terlalu dekat. Saya juga baru mengenal beliau, semester ini. Mengobrol lebih banyak semester ini dan mengenal beliau semester ini. Tapi ntah apa, ada yang membuat cukup bersedih atas kejadian ini.

Sekitar jam dua malam, ketika saya masih sibuk dengan urusan duniawi, sms duka itu datang. Mungkin ini mimpi, karena seminggu ini saya merasa antara khayalan dan nyata itu tergabung. Harap maklum, beberapa minggu ini waktu tidur saya kurang dari normal seperti hari-hari biasa.

Saya sempat terdiam sejenak, berpikir dan merenung.  Ternyata ini nyata, bukan halusinasi atau mimpi. Teman, sekaligus kakak tingkat yang baru saya kenal, Liza Mareta Hariani, meninggal dunia pada hari Jum’at, 15 Juni 2012.

Sebelumnya, memang saya sudah mendengar soal berita tentang kabar beliau yang dirawat dirumah sakit karena sakit tifus dan malaria beberapa hari yang lalu. Tapi karena bodohnya saya yang hanya sibuk dengan urusan kuliah, kuliah dan kuliah, saya menunda untuk menjenguk beliau untuk yang terakhir.

Semuanya memang sudah terlambat dan memang tidak bisa diulang lagi.  Yang  dapat saya lalukan sekarang, hanya menyampai do’a saja untuk beliau.

Hari ini 16 Juni 2012, do’a bersama untuk penghormatan terakhir untuk beliau, kami lantunkan bersama-sama di ruang kuliah, tempat saya dan beliau menuntut ilmu.

”Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka” (HR Muslim).

Sampai berjumpa lagi mbak Liza (semoga) di keadaan dan dunia yang berbeda.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s